Drag race sebagai ajang resmi balap telah hadir sejak 1951 melalui organisasi bernama National Hot Rod Association (NHRA) di Amerika Serikat. Tapi di Indonesia, tren drag race baru hadir di pertengahan tahun 1990-an lho sob.

 “Awalnya, regulasi dibuat simpel berdasarkan kapasitas mesin di STNK dan jenis kendaraan. Untuk sektor mesin, hanya mensyaratkan tampilan blok standar dengan modifikasi bebas. Tujuannya tentu untuk menjaring peserta sebanyak mungkin agar kompetisi ini dapat berlangsung seru. Bahkan untuk kelas Free For All (FFA), kebanyakan diikuti oleh mobil-mobil reli,” kenang Musyawir, pemilik SWR Modification yang aktif di drag race era 1990-an dengan Suzuki Jimny Kuning-nya.

Regulasi Disesuaikan

Sejalan dengan kian ketatnya kompetisi ini, membuat regulasi turut berubah. Apalagi dengan adanya krisis moneter yang terjadi di tahun 1998, kian membuat drag race kian terpuruk.

Masalahnya, harga komponen high performance kian mahal sob. Komponen yang kerap didatangkan dari luar negeri, tentu menggunakan kurs dolar. Otomatis, kondisi ini membuat peserta menunda, atau bahkan men-stop modifikasi untuk keperluan kompetisi ini.


Salah satu solusinya adalah menghadirkan kelas standar di tahun 2001. Yakni batasan modifikasi yang diperbolehkan kian dibatasi. Tujuannya jelas membatasi pengeluaran biaya modifikasi agar persaingan antar peserta tetap kompetitif.

Fenomena mobil favorit langganan juara menjadi kendala berikutnya. Alhasil, untuk tetap menjaga animo peserta, regulasi kelas berdasarkan batasan waktu pun dibuat dan diberi nama kelas Bracket Time. 

Bahkan kelas ini pun dikembangkan lebih baik lagi oleh media otomotif terbesar di Indonesia dengan menggelar OTOMOTIF Night Race di 2004.  Skema penentuan kelas berdasarkan urutan catatan waktu kualifikasi seluruh peserta. 

Tapi dari semua regulasi ini, kelas Free For All (FFA) tetap menjadi kelas elit di Indonesia. Kelas ini merupakan puncak dari semua kelas dalam kompetisi drag race.

Rekor catatan waktu di kelas Free For All masih dipegang oleh Robert Paul dengan Holden Torana-nya tahun 2005. Catatan waktunya adalah 9,278 detik untuk jarak 402 meter dan 6,318 detik untuk jarak 201 meter.

Adakah yang mampu memecahkan catatan waktu ini? Sudah 10 tahun lebih lho sob.


Teks: Tim AI