International Sentul Series Of Motorsport (ISSOM) seri ke-4 kali ini yang digelar di sirkuit Sentul (17-18/8) cukup unik lantaran bertajuk Night Race untuk pertama kalinya. Inovasi yang dilakukan pihak Sentul ini memberi suasana berbeda dari gelaran biasanya yang diselenggarakan siang hari.

"Sebuah langkah yang baik untuk memberikan suasana berbeda di saat jumlah peserta balap turing ini tetap ramai seperti biasanya. Jika seri balap malam ini berhasil dilewati tanpa ada ‘accident’ yang membahayakan, rencananya tahun depan akan ada 3 seri yang digelar malam hari," terang Fitra Eri selaku pembalap Honda Bandung Center Racing Team.


ISSOM seri ke-4 ini menjadi proyek pertama untuk memastikan balapan berlangsung aman dan tidak mendapat keluhan dari para peserta. Penerangan pun tidak seburuk yang dibayangkan. Begitu pun regulasi yang cukup fleksibel dengan memperbolehkan penambahan LED di mobil.

Namun perubahan waktu ini membuat seluruh tim melakukan penyesuaian terhadap besutan balapnya, tak terkecuali tim Garden Speed yang disponsori Prestone. Penerangan menjadi fokus utama untuk mengoptimalkan Fitra Eri yang turun di kelas Honda Jazz Brio Speed Challenge dan Indonesian Touring Car Championship (ITCC).

"Secara set-up mobil untuk mobil berpenggerak roda depan, hanya sedikit perubahan. Kondisi balap malam membuat catatan waktu pun meningkat sekitar 0,5-0,7 detik, ketimbang balap di siang hari," terang Taqwa SS selaku pemilik bengkel Garden Speed di bilangan Cilandak, Jakarta Selatan.

Satu yang unik adalah hadirnya ban racikan baru dari GT Radial SX2. Penerapan ban baru saat balapan inilah yang membuat Fitra Eri mampu meraih podium saat ISSOM Night Race 2018. 

"Perbandingan penggunaan ban lama dan baru dari tim, nyaris berselisih satu detik, sehingga saya harus start dari posisi ketiga. Tapi ini bukan posisi yang buruk kok," tambah Fitra yang berhasil meraih juara dua di dua kelas tersebut.

Start yang baik dilakukan Fitra Eri sehingga mampu menyalip satu posisi di tikungan pertama. Persaingan ketat dengan Rio SB dari tim Honda Racing, membuat jalannya balapan begitu menarik. Posisi satu kerap berganti posisi sepanjang balap berlangsung dengan lap time yang berselisih sangat tipis dari lap ke lap.

Bukan hasil yang buruk, mengingat penggantian brand ban tentu memerlukan perubahan pada set-up suspensi. Bermodalkan data set-up siang hari pun, sang tuner - Taqwa SS - mampu memberikan hasil optimal untuk Honda Jazz balapnya. Begitu pun dengan Fitra Eri dengan  perannya sebagai pembalap, mampu mengoptimalkan besutannya dengan baik.