PERSAINGAN MEMANAS DI BEBERAPA KELAS

Seri kedua event International Sentul Series of Motorsport (ISSOM) yang digelar pekan lalu (1-3/4), dua pembalap yang disupport PT Autochem Industry (AI) lewat produk andalanya Prestone kembali mencetak hasil gemilang, yakni dengan aksi memukau: Fitra Eri dan Arif Budiman, sukses membawa pulang piala. Sayangnya, Robert Paul yang diandalkan untuk beraksi di kelas Super Retro absen, karena ia masih berada di luar negeri.

Fitra Eri, pembalap di bawah naungan tim Honda Bandung Center tetap  menguasai kelas Honda Jazz Speed Challenge (HJSC) dan Indonesia Touring Car Championship (ITCC) 1.500 cc.  Sementara Arif Budiman konsisten menunjukkan prestasi terbaiknya di ajang Honda Brio Speed Challenge (HBSC) dan ITCC 1.300 cc.    

 “Sangat disayangkan dengan absennya Robert di seri kedua. Ini tentu akan mengakibatkan ia kehilangan poin cukup banyak, karena seri pertama pada 4-6 Maret lalu yang batal akibat hujan,  digantikan pada hari Sabtu 2 April dan Minggunya 3 April  baru balapan untuk seri kedua,” ungkap Taqwa Suryo Swasono selaku pemilik dan kepala mekanik Garden Speed.

Persaingan ketat dan ‘sedikit panas’ terjadi di beberapa kelas. Terutama di kelas HBSC, di mana kendaraan peserta yang terlibat di kelas ini, selain spesifikasinya tidak jauh berbeda, juga sempat terjadi insiden kecelakaan yang mengakibatkan beberapa peserta tidak dapat melanjutkan lomba.

 “Persaingan di seri ini, terutama di kelas HBSC terasa semakin berat. Apalagi secara spesifikasi hampir sama dan ini membuat harus lebih ngotot untuk melakukan overtaking dengan resikonya bersenggolan dengan pembalap lain. Namun pada kelas ITCC 1.300, saya start dari posisi kelima dan di awal lap berhasil melakukan overtaking dan dapat mengamankan posisi di urutan ketiga hingga garis finish,” ungkap Arif ‘Bombom’ Budiman  yang finish di urutan keempat di kelas HBSC dan podium tiga di kelas ITCC 1.300.

Sementara itu pembalap senior Fitra Eri harus puas ada di podium kedua kelas HJSC dan ITCC 1.500 cc,  “Secara keseluruhan jalannya balap tidak ada masalah, hanya saja dengan kompensasi penambahan bobot yang sampai 40 kg membuat catatan waktu menjadi cukup jauh turunnya. Ke depannya, kami akan mencoba untuk melakukan setingan pada suspensi agar mobil lebih maksimal dan dapat memperbaiki catatan waktu hingga bisa kembali bersaing dengan pembalap lainya.”  AI