Sentul, AI
- Jelang akhir bulan September, pembalap dari PT Autochem Industry (AI): Fitra Eri bersama Garden Speed Workshop kembali berhasil mencatatkan prestasi memuaskan di ajang Indonesia Sentul Series of Motorsport (ISSOM) seri V (23-24/9), di Sentul International Circuit, Jabar, pada dua kelas yang diikuti yaitu  Indonesia Touring Car Championship (ITCC) dan Honda Jazz Speed Challenge (HJSC).

Sejak latihan hingga babak kualifikasi, Fitra tampil dengan catatan waktu terbaiknya. Terbukti saat babak kualifikasi pembalap kelahiran Jakarta ini berhasil menorehkan waktu terbaiknya dan start dari posisi kedua, sehingga mendongkrak ke posisi pertama. Perolehan poin sementara dengan total 34 poin, disusul dengan Farrel Fadhil 34 poin dan Rio SB 30 poin.


Mengawali race dengan start di posisi pertama kelas HJSC, Fitra memimpin jalanya lomba hingga lap ke-2. Namun, akibat saat keluar tikungan S kecil, tepatnya tikungan ketujuh, melakukan sedikit kesalahan saat keluar tikungan, alhasil membuat saingan terdekatnya: Rio SB berhasil ambil alih posisi hingga akhir lomba yang terpaut 0,2detik.

Pada kelas ITCC persaingan tak kalah serunya. Sempat berada di depan Rio dengan jarak yang cukup aman, hingga safety car masuk trek pada lap ketiga untuk mengamankan jalanya lomba akibat salah satu peserta melintir dan mogok.

Hal ini menjadikan usaha menjauh dari Rio sia-sia, dengan mudahnya Rio pun kembali menempel tepat di belakang, dan langsung melakukan slipstreaming yang membuat hambatan angin menjadi sangat berkurang. Alhasil sangat menguntungkan untuk melakukan overtaking.

Sempat beriringan sebanyak dua lap, sayangnya saat keluar dari S kecil, Fitra mengalami missgear dan Rio pun kembali melakukan overtaking. Akibatnya aksi saling avertaking  terjadi, tercatat sebanyak dua kali Fitra kembali dapat ambil alih posisi terdepan, namun menjelang akhir lomba Rio kembali overtaking hingga garis finish.

“Sayangnya pada kelas ITCC safety car masuk trek, sehingga tidak dapat untuk terus melaju dengan maksimal sehingga Rio pun dapat memperpendek jarak. Begitu safety car kembali masuk paddock, sangat sulit untuk memperlebar jarak karena kecepatan mobil hampir sama,” jelas Fitra.

 

Teks : Tim AI

Foto: Istimewa