Knalpot keren dan sehat enggak cuma mendongkrak penampilan, tapi juga performa motor. Tapi pakai produk terkenal aja enggak cukup. Knalpot juga harus dirawat dan diperlakukan dengan benar. Enggak njelimet sih, bagian ini terhitung enggak rewel. Cuma kadang ada pemahaman yang enggak tepat tapi beredar luas. Nah, biar tampilan tetap keren, raungan merdu dan motor Anda ngacir, pahami yuk jurus-jurus merawat knalpot ini.

Memasukkan Oli?

Memasukkan oli ke dalam knalpot ampuh untuk menjaga kebersihannya? Sebaiknya pikir ulang untuk mempraktikannya. Memasukkan oli justru bikin knalpot Anda ngebul. Kalau mau melumasi, lakukan di bagian luar saja. Sesekali olekskan secukupnya di leher knalpot dan lubang silencer untuk mencegah korosi dan kebocoran.

Keropos

Ini biasanya terjadi di leher knalpot, karena terlalu banyak dan lamanya kotoran menempel. Kalau dibiarkan, lama-lama bisa jadi bocor lho. Kotoran yang lama menempel di knalpot yang panas juga menyebabkan noda kuning. Bersihkan knalpot secara rutin, semprot dan sikat, terutama sehabis hujan karena kotoran jadi lebih banyak dan menempel. Kalau sampai telanjur berkarat, bersihkan dan sikat yang bagus dan kuat sampai bersih.

Silencer Krom

Lap dengan kain lembut agar tetap kinclong dan tidak menimbulkan goresan, yang mengurangi kegantengan knalpot. Kalau ada noda membandel, bisa dihilangkan pakai oli bekas. Gunakan yang masih cukup bagus.

Bercak Aspal

Kalau percikan masih baru, bisa dibersihkan dengan ‘ramuan’ Pertamax Plus dan minyak tanah, dengan perbandingan 1:2. Oleskan secukupnya lalu sikat dengan sikat gigi bekas. Resep ini juga bisa dipakai untuk aspal yang menempel di blok mesin atau pelek.

Baut Penyangga

Periksa kekencangan baut-baut penyangga knalpot. Kalau ada yang longgar atau lepas, enggak cuma bikin berisik tapi juga memicu pembuangan gas yang tidak sempurna. Efeknya, boros bahan bakar.

Teks: Tim Autochem