Torsi dan Daya Kuda (DK) merupakan dua hal paling penting, dan sering disebut, ketika membahas spesifikasi mesin. Tapi apakah Anda benar-benar memahami maknanya? Apa sih bedanya? Mana yang lebih signifikan terhadap performa kendaraan Anda, torsi atau DK?

Daya Kuda
Untuk mengukur power mesin, mekanik menggunakan satuan Watt. Tapi DK kemudian dipakai untuk membuat perbandingan setara, 1 DK setara dengan 735,5 Watt. Istilah DK mengacu pada kemampuan untuk mengangkat 75 kg sejauh 1 meter dalan 1 detik. Jadi, DK mengacu pada power, seberapa cepat mesin bekerja.

Torsi
Sementara torsi mengacu pada kekuatan yang mendorong perputaran mesin. Seperti saat Anda mengukur kekuatan untuk membuka tutup botol, kita memakai satuan torsi. Jadi torsi mengacu pada besaran kemampuan yang dibutuhkan mesin untuk berputar.

Power atau Torsi, Mana Lebih Oke?
Ini pertanyaan yang paling sering muncul.Kendaraan dengan power besar biasanya lebih cepat dalam berakselerasi, lebih cepat mencapai top speed dan bisa membawa beban yang lebih berat.

Kendaraan dengan nilai torsi yang lebih tinggi akan memiliki akselerasi gear yang lebih baik, bisa mengangkat beban yang sama dengan kecepatan mesin yang lebih rendah yang mana ini signifikan saat mempertimbangkan nilai ekonomi BBM. Serta, bisa berlari lebih kencang.  

Torsi dan power berkolaborasi dalam sistem pembakaran mesin untuk menggerakkan kendaraan Anda. Putaran mesin yang tinggi juga akan menghasilkan DK atau power besar juga. Istilah RMP mengacu pada nilai torsi maksimum sebuah mesin dan maksimum power yang dihasilkan.

Di antara kedua nilai tersebut, mesin beroperasi dengan efisien, menghasilkan performa solid dan konsumsi BBM ekonomis. Mesin diesel mencapai puncak power dengan RPM lebih rendah dibanding ‘peminum’ bensin, karena puncak torsinya juga lebih rendah dibanding mesin bensin. 

 

Teks: Tim AutochemIndustry
Sumber : autoevolution.com, techradar.com