Mesin memiliki suhu kerja optimal agar efisiensi kerja mesin tetap tercapai. Jika terlalu dingin (overcooled) atau terlalu panas (overheat), otomatis performa mesin akan drop. Untuk itulah diperlukan thermostat sebagai pintu pengatur air agar suhu mesin selalu berada di kondisi optimal.
      
Jadi saat mesin dingin, pintu atau katup pada thermostat akan membuat sirkulasi pendek agar suhu mesin cepat tercapai. Jadi rutenya hanya mesin - waterpump - thermostat - mesin.

Sedangkan jika mesin telah mencapai suhu kerjanya, maka rutenya diubah menjadi mesin - waterpump - thermostat - radiator - mesin. Jadi sirkulasi air akan didinginkan terlebih dahulu oleh radiator.


Nah.. artinya kalo pintu di thermostat tidak terbuka penuh, otomatis sirkulasi akan terganggu. Sebagian air ada yang langsung kembali ke mesin dan sebagian didinginkan oleh radiator. Gejala overheat pun rentan terjadi dalam kondisi ini.

Untuk memeriksanya, Anda dapat membuka tutup radiator dan memperhatikan sirkulasi air dari mesin dingin hingga suhu kerja yang ditandai oleh berputarnya kipas elektrik. Jika air radiator terlihat berputar akibat yerjadi sirkulasi, artinya thermostat disinyalir masih bekerja optimal.

Simpel kan? Tapi jangan lupa buang sisa udara saat menutup tutup radiator kembali ya sob.. Karena gelembung udara yang terjebak di dalam radiator berpotensi membuat mesin mudah overheat.

Teks: Tim AI