Ban merupakan satu-satunya perantara kendaraan dengan aspal jalanan. Kondisi dan kualitas ban sangat penting untuk keselamatan perjalanan. Salah satu yang sering terjadi tapi diabaikan adalah kondisi kurang angin. Tak hanya mengurangi kenyamanan, tapi juga berbahaya loh.

Habis Tidak Rata

Pada saat kempis atau kurang angin, permukaan ban yang menapak ke aspal sebagian besar adalah area pinggiran ban. Sementara bagian tengahnya tertekuk ke atas. Akibatnya, bagian samping ban jadi lebih cepat habis dibanding bagian dalam.

Hamil

Ban kurang angin bisa menyebabkan hamil alias bunting. Sebutan buat benjolan-benjolan di sidewall atau dinding samping ban. Ini muncul akibat ban kurang angin atau tekanan sehingga kurang kuat menahan benturan. Akibatnya, konstruksi ban atau kawat-kawat ban rusak bahkan putus dan terjadi benjolan.

Handling Lambat

Ini berbahaya. Karena ban lembek, mobil jadi sulit dikontrol. Tak hanya di kecepatan rendah, begitu pun saat lari kencang. Bahaya kan apabila terjadi situasi tak terduga dan memerlukan manuver cepat...

Boros BBM

Saat kurang angin, bagian tapak ban yang menempel aspal cenderung lebih banyak. Akibatnya, koefisien gesek atau hambatan antara permukaan ban dan aspal makin besar. Efeknya, perlu tenaga yang lebih besar juga untuk menggerakan kendaraan. Mesin mesti bekerja lebih keras, gas dibejek makin dalam. Konsumsi BBM pun makin rakus.

Gampang Meletus

Banyak orang mengira ban yang kelebihan angin jadi lebih mudah pecah. Salah! Yang terjadi justru sebaliknya, ban kurang angin lebih berbahaya karena mudah meletus. Ban kempis yang digunakan dalam jarak jauh atau lama, menyebabkan ban lebih cepat mengalami fatigue. Akibatnya, benang kawat di sisi dalam ban putus dan kekuatannya berkurang drastis. Kalau sudah begini, ban bisa sewaktu-waktu meletus.

Teks: Tim Autochem
Sumber Foto: BMGComAu