Saat melakukan perjalanan jauh, misal mudik ke kampung halaman salah satu hal yang sering dialami adalah; kehabisan bahan bakar di jalan. Dari situ pun lantas timbul pertanyaan; kalau mobil saya menggunakan pertamax atau pertamax plus, bolehkah dicampur dengan premium? Atau malah sebaliknya. Maklum, karena kadangkala pada kondisi di daerah tertentu, agak sulit menemukan salah satu jenis bahan bakar yang dibutuhkan.

Seperti dibilang Rahmanto, kepala mekanik bengkel mobil di daerah Joglo, Jakbar, “Menurut saya, dalam kondisi darurat, mencampur bahan bakar sih, tidak masalah. Asalkan, komposisi sesuai aturan. Karena saya punya konsumen langganan, beberapa kali pernah mengoplos bahan bakar di mobilnya dan sejauh ini sih, tidak mengalami kendala pada mesin mobilnya.”

Masih menurut pria biasa disapa Rahman ini, “Cuma ya itu, komposisi pencampuran yang umumnya dilakukan pemilik mobil adalah, kapasitas bahan bakar yang oktannya lebih tinggi, tentu lebih banyak. Misal kalau premiumnya 5 liter,  pertamax plus-nya dua kali lipatnya. Itu kalau mau amannya dan efek kinerja mesin tetap terasa maksimal,” kata Rahman.

Oh ya, sebagai informasi, premium memiliki angka oktan atau RON (Research Octane Number) 88, sedangkan pertamax 92 dan pertamax plus memiliki nilai oktan 95.  “Makanya, kalau pada proses pencampuran, komposisi BBM yang oktannya lebih rendah atau premiumnya justru lebih banyak, terhadap performa mesin tentu tidak banyak berubah. Karena nilai oktannya juga tidak terlalu banyak bertambah,” sambung pria sopan ini.

Selain itu, masih menurut Rahman, kalau komposisinya tidak pas, yang justru dikhawatirkan dari proses mengoplos ini akan menimbulkan penumpukan karbon pada mesin. Lebih lanjut penumpukan karbon ini bisa merembet ke busi dan bisa menyebabkan mobil tiba-tiba sulit distarter. Sebenarnya sih, busi itu bisa ‘membersihkan diri’ kalau dijalankan di atas 5.000 rpm dengan kata lain melaju dengan cepat.

"Untuk mengetahui efek dari pemakaian bahan bakar hasil oplosan; premium dan pertamax salah satunya bisa dilihat dari kondisi kepala busi akan tampak berwarna merah bata. Sebaliknya, kalau sering menggunakan bahan bakar campuran, maka kepala busi akan tampak kecokelatan. Artinya kondisi ruang bakar nampak baik,” timpal Dadan, mekanik Bengkel Dewi Motor di kawasan Bintaro Trade Center (BTC), Jaksel.

Jadi kesimpulannya, pilihlah bahan bakar yang sesuai dengan spesifikasi kendaraan anda. Artinya, kalau harus pakai premium, lebih baik menggunakan premium. Begitu pula jika diwajibkan menggunakan pertamax, ya pakai pertamax, dong. Karena buat mobil-mobil modern, khususnya yang diproduksi  tahun 90 ke atas dan sudah mengadopsi teknologi terkini, seperti sistem pasokan bahan bakar injeksi (EFI) atau dilengkapi peranti catalytic converters, bahan bakarnya harus bernilai oktan 92 ke atas. Ini sekelas pertamax atau pertamax plus. AI