Teknologi digital juga merambah motor keluaran terbaru, dengan penggunaan spidometer digital. Fitur ini diharapkan bisa memberikan data kecepatan dengan lebih akurat. Dan secara estetika, kesan lebih modern.

Sayangnya, tampilan trendi ini juga membawa beberapa kelemahan. Yang paling sering, display ngaco. Angka 8 berubah jadi 4, atau 9 jadi 7 dan sebagainya. Problem ini biasanya terjadi karena benturan. Kalau sudah error begini, solusinya ya cuma ganti unit yang baru.

Problem lain yang kelihatannya lebih ‘seram’, mati total. Saat kunci dalam psisi ON, tak ada iluminasi kuning yang langsung menyala. Kemungkinan tidak ada power yang terkoneksi ke spidometer. Cek dulu kabel di bawah spidometer. Hujan, debu atau kotoran biasanya menempel di dalam plug. Plus getaran mesin dan goncangan saat motor bergerak, lama-lama soket konektor bisa kendor. Bersihkan dan kencangkan saja, problem selesai.

Kalau tetap enggak bisa nyala? Bad news, berarti memang harus ganti yang baru deh. Kalau masih dalam masa garansi, enggak perlu pusing sih. Tapi, ada hal yang bisa bikin garansi gagal loh. Spidometer termasuk dalam peranti kelistrikan. Kalau sampai terjadi kerusakan dan Anda telah menambahkan perangkat atau aksesori kelistrikan lain yang tidak standar pabrik, garansi jadi gugur, enggak bisa diklaim. Seperti lampu atau klakson.

Karena masih terbilang baru, jika sampai benar-benar rusak, Anda tidak punya banyak pilihan. Belum banyak spesialis atau bengkel yang sudah bisa ‘ngoprek’ fitur ini. Sehingga bengkel resmi biasanya menyarankan penggantian.

Teks: Tim Autochem