Ada banyak cara untuk meningkatkan performa mobil anda. Dari yang simpel dengan dana ekonomis, sampai yang ekstrem dan butuh dana gila-gilaan. Tapi buat para pemilik mobil yang ogah repot, biasanya pilih opsi yang disebut pertama tadi. Caranya, dengan mengganti busi standar dengan yang memiliki spesifikasi ‘istimewa’ (baca; platinum, iridium).  Boleh saja, tapi sebelum mengganti  busi, sebaiknya pahami dulu beberapa hal berikut ini.     

Memang sih, kalau bicara soal akselerasi pada kendaraan standar yang digunakan sehari-hari,  terkadang setiap orang punya pendapat sendiri-sendiri. Ada yang merasa sudah cukup, ada juga yang masih merasa kurang puas. Cara yang sering dilakukan adalah dengan menukar businya. “Ya,  selain simpel dan praktis, karena tidak perlu membongkar atau merusak mesin, biayanya juga relatif terjangkau,” sahut Ayu Rizkia, pengguna Daihatsu Ayla produksi tahun 2014. 

Seperti disinggung di atas. Cara itu bisa dan boleh saja dilakukan. Tapi  sebelum menentukan untuk menggunakan jenis busi,  kita juga harus cermat akan fungsi dan kegunaan busi itu sendiri. Sesuaikan dengan karakter mesin dan tingkat kompresi serta kapasitas mesin kendaraan. Ini tentu biar tidak sia-sia buat anda.

1. Busi Standar

Jenis busi ini biasanya rekomendasi pabrikan. Busi ini memang tidak punya nilai plus untuk diajak berakselerasi, karena memang kemampuannya sudah dihitung sesuai kebutuhan mobil sehari-hari.  Namun busi ini mempunyai umur pemakaian yang relatif lebih lama dan mampu menghasilkan stasioner mesin lebih stabil. Busi jenis ini lebih maksimal dipakai untuk putaran mesin rendah dan menengah.

2. Busi Jenis Platinum

Tergolong busi panas dan juga bisa dikatakan semi racing. Dibilang begitu, karena ujung elektroda busi didesain sedikit lancip dibanding busi standar. Busi tipe ini tidak jauh beda dengan pemakaian busi standar, tetapi bedanya untuk tenaga sedikit lebih responsif untuk rpm bawah. Busi ini punya umur pemakaian yang relatif sedikit lebih pendek dibanding busi standar. Kalau dihitung sesuai pemakaian yang kontinu, busi ini dapat bertahan  3-4 bulan.

3. Busi Jenis Iridium

Termasuk busi tipe dingin dan bisa dikatakan busi racing yang biasa dipakai di rpm tinggi. Untuk jenis busi ini, mampu menghasilkan akselerasi mesin yang agresif dan tinggi. Napas tarikan kendaraan juga terasa panjang, top speed lebih panjang, tapi mudah didapat. Kelemahan busi tipe ini ketika digunakan untuk harian, stasioner mesin akan sedikit kurang stabil. Pada penggunaan di mesin standar atau mesin yang memiliki tingkat kompresi rendah, umur busi ini akan sangat pendek.

Gimana, sudah ada gambaran soal mengganti busi?  "Oh ya, untuk jenis mesin standar dan pakai untuk harian, sebaiknya menggunakan busi jenis dan tipe bawaan asli pabrik. Sedangkan busi platinum dan iridium justru lebih cocok dipakai di mobil yang mesinnya kompresi tinggi atau mobil yang memiliki cc besar di atas 2.000 cc," Jelas Ahmat Fadli, mekanik bengkel mobil: Makmur Sejahtera. AI