Kecelakaan jalanan membuat banyak orang bernasib tak beruntung lantaran mobil tidak dilengkapi dengan airbag. Di sisi lain, perangkat ini telah menyelamatkan tak sedikit orang dalam banyak kasus kecelakaan.

Hampir setiap mobil baru yang ada saat ini sudah memiliki instalasi airbag. Bukan mobil kuno semacam kendaraan tokoh kartun The Flintstone di zaman batu. Nah, artikel ini akan mengunkap sejarah dan mekanisme kerja airbag.

Peranti penyelamatan ini ditemukan kali pertama oleh John W. Hetrick, seorang pensiunan teknik industri pada awal tahun 50-an. Ia terdorong menciptakan airbag setelah sempat mengalami kecelakaan yang melibatkan anak dan istrinya. Hetrick kemudian berpikir bagaimana menciptakan mekanisme pelindung yang dapat melindungi penumpang dari benturan  benda-benda keras di sekitar mobil ketika terjadi kecelakaan.

Berkat penemuannya itu, ia menerima hak paten pada tahun 1953. Perangkat itu kemudian disebut sebagai bantal pengaman kendaraan otomotif. Pada waktu bersamaan, penemu Jerman Walter Linderer menerima paten untuk prototipe yang sama. Produk Linderer ini menggunakan sistem udara terkompresi, yang bisa dirilis secara spontan karena terjadinya kontak atau benturan di bagian bumper.  Kantong udara  tersebut juga  dapat  diaktifkan sesuai perintah pengemudi.

Setelah penemuan-penemuan tersebut, Ford dan General Motors mulai berinovasi dengan airbag model tiup.  Namun inovasi itu terganjal oleh berbagai kendala serius. Salah satunya yaitu terkait dengan deteksi tabrakan dan proses inflasi airbag. Airbag buatan mereka kurang responsif terhadap kejadian tabrakan. Isu lain yang muncul yaitu, airbag tersebut  justru berpotensi memicu terjadinya  cedera sekunder pada penumpang.

Menjelang akhir tahun 1960, proses pengembangan airbag mulai menunjukkan beberapa kemajuan nyata. Hadir Allen K. Breed sebagai inovator yang turut andil dalam perkembangan teknologi airbag saat itu. Breed menjadi pionir penemu elektromekanis sistem airbag. Pria ini menerapkan sensor kecelakaan pada airbag kreasinya.

Dalam perkembangan evolusi airbag selanjutnya, Breed menghadirkan beberapa inovasi baru. Di antaranya, yaitu airbag yang berventilasi udara saat mengembang. Lubang itu memungkinkan penumpang tetap bisa bernafas. Penemuan yang lain yaitu airbag yang dapat mengurangi kekakuan kantong atau bersifat lebih fleksibel. Sehingga dapat mengurangi risiko terjadinya cedera sekunder.

Segera setelah itu, Ford membangun mobil berpengaman airbag yang masih bersifat eksperimental pata tahun 1971. Sementara itu, General Motors menguji airbag buatanya pada tahun 1973 yang diaplikasian pada mobil Chevrolet. Meskipun saat itu masih dipasarkan secara terbatas. Yaitu hanya untuk kalangan pemerintah. Pada tahun 1973, airbag untuk kali pertama diaplikasikan dan dipasarkan pada mobil penumpang bagi masyarakat umum. Satu tahun kemudian, Buick, Cadillac dan Oldsmobil menawarkan mobil berpengaman dual airbag. Kemudian  Mercedes-Benz  menawarkan airbag moderen sebagai pilihan pada model S-Klasse.

Konsep yang membedakan antara Amerika dan Jerman yaitu bahwa Ford dan General Motors memasarkan airbag sebagai alternatif sabuk pengaman, sedangkan Mercedes-Benz menggabungkan kedua perangkat keselamatan tersebut agar lebih efisien mencegah terjadinya cedera.

Pada tahun 1995, Volvo mengeluarkan airbag model barunya. Yaitu airbag yang mengamankan sisi samping dan bagian dada penumpang. Tiga tahun kemudian, Pemerintah Ferderal Amerika Serikat mengamanatkan pengaplikasian airbag frontal ganda pada semua kendaraan penumpang. Sistem airbag pertama untuk sepeda motor diciptakan oleh Honda pada tahun 2006.

Airbag yang paling banyak ditemukan yaitu model frontal yang mengembang dalam sepersekian detik. Berfungsi untuk melindungi penumpang maupun pengemudi dari benturan maupun tusukan interior mobil saat terjadi kecelakaan parah. Dalam kecelakan ringan yang berkecepatan rendah, sistem airbag canggih memiliki kemampuan penyesuaian tingkat perlindungan. Yaitu melalui pengaturan tekanan penggelembungan dalam kekuatan yang  tidak terlalu besar.

Jenis airbag populer berikutnya yaitu airbag sisi atau (SAB). Airbag ini aktif pada sisi kanan atau kiri penumpang. Model ini diutamakan untuk melindungi kepala dari benturan. Ada tiga varian airbag sisi. Yaitu airbag sisi untuk dada, airbag sisi untuk kepala dan kombinasi keduanya.  National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) memperkirakan bahwa dalam kecelakaan yang melibatkan benturan di bagian samping mobil serta mengakibatkan satu kematian, hampir 60% dari mereka yang meninggal akibat cedera di bagian otak.

Inovasi terbaru yang lahir yaitu airbag pelindung lutut besutan Mercedes-Benz SLR McLaren pada tahun 2003, tirai airbag di bagian belakang buatan Toyota pada tahun 2008 dan airbag sentral bagian belakang yang dikembangkan pula oleh Toyota pada tahun 2009. Berfungsi untuk melindungi penumpang yang duduk di belakang untuk kasus tabrakan dari sisi samping.