Memilih busi berdasarkan tingkat dingin menjadi prioritas utama. Salah menentukan tingkat dingin busi dapat menyebabkan mesin rusak lho! Ini penjelasannya sob.

Fungsi utama busi pada motor bakar tentu untuk menghasilkan percikan api agar campuran bensin dan udara dapat terbakar. Tapi… ada fungsi lainnya lho! Yakni untuk menghantarkan panas juga.

Fungsi lain inilah yang wajib disesuaikan dengan panasnya ruang bakar akibat tekanan (kompresi) mesin. Semakin tinggi rasio kompresi mesin, otomatis membuat ruang bakar akan semakin panas. Artinya, sob perlu busi yang mampu melepas panas dengan lebih baik alias perlu busi dingin.


Setiap produsen mobil atau motor telah menentukan tingkat pelepasan panas di busi agar mesin dapat bekerja optimal di beragam kondisi cuaca. Artinya mesin bisa bekerja optimal saat kondisi cuaca dingin atau digunakan untuk perjalanan jauh sekalipun.

Dampaknya, jika Anda salah memilih tingkat dingin busi dapat berakibat fatal. Misalnya menggunakan busi dengan tingkat pelepasan panas yang buruk di mesin kompresi tinggi. Alhasil, bensin akan terbakar sebelum busi dipercikkan alias knocking (ngelitik). Bahayanya, keramik busi bisa pecah akibat panas berlebih.

Begitu pun sebaliknya, saat menggunakan busi dingin di mesin dengan rasio kompresi rendah. Gejala bahan bakar tidak terbakar sempurna membuat hadirnya tumpukan karbon di ruang bakar. Jika dibiarkan, maka karbon ini akan berpotensi menjadi sumber panas lainnya sehingga bahan bakar dapat terbakar sebelum waktunya.

Jangan sampai salah pilih ya sob!

Teks dan Foto: Tim  AI