Tren modifikasi ganti slang rem motor dengan balutan anyaman baja, memang sudah lama. Tapi apakah ini jadi cara jitu buat menghindari rem blong di motor harian? Pahami prinsip dasarnya dulu sob...

Dunia balap memang menjadi cara mujarab untuk berpromosi. Kualitas pasti sudah teruji jika sudah dipake di ajang balap.

Pernyataan ini sih gak salah sob, tapi apakah sesuai untuk kondisi harian? Jangan - jangan, ganti slang rem motor cuma jadi trik pedagang aja nih, biar barangnya laku di pasaran.

PENYEBAB REM BLONG            

Sebenernya, rem blong mulai sering terjadi sejak hadirnya motor matik dengan rem cakram di belakang, seperti pada Yamaha N-Max dan X-Max atau Honda PCX terbaru.

Minim engine brake pada motor matik dan kebiasaan jari tangan nempel di tuas, menjadi pemicu utama rem blong. Di mana kondisi ini jarang ditemui pada motor kopling dan rem teromol yang tidak menggunakan sistem hidrolik.

Rem yang terus bergesekan tanpa disadari, membuat suhu minyak rem meningkat. Bahkan saat digunakan untuk perjalanan jauh dengan cara berkendara agresif, juga memicu terjadinya peningkatan suhu minyak rem yang cukup signifikan.

Padahal minyak rem memiliki suhu kerja terbatas lantaran ada titik didih seperti cairan pada umumnya.

Untuk minyak rem, standar yang digunakan adalah DOT. Semakin tinggi angka DOT, maka semakin tinggi pula titik didih dari minyak rem.

Contohnya, minyak rem Pretone DOT3 yang memiliki titik didih 237°C atau Prestone DOT4 dengan titik didih 265 °C. Bahkan DOT5.1 terbaru mampu mencapai suhu hingga 270°C. Sebagai info, SNI untuk DOT3 cuma 205°C lho.

Tapi... Resiko semakin tinggi titik didih juga berdampak pada sifat higroskopis dari minyak rem. Maksudnya, kemampuan minyak rem dalam menangkap air akan semakin tinggi pula. Dengan kata lain, rentang penggantian minyak rem performa tinggi,

otomatis jadi lebih singkat. Karena kadar air maksimal dalam minyak rem tidak boleh lebih dari 0,2%.

Saat titik didih dari minyak rem terlewati, otomatis hadir gelembung udara dong, sob. Seperti kalo lagi masak air, kemudian mendidih, gelembung udara hadir dari titik terpanasnya.

Dalam hal ini, titik terpanas ada di kaliper rem. Hadirnya gelembung membuat kaliper rem tidak dapat mendorong piston untuk menekan kampas rem. Itulah yang membuat rem blong. 

PERAN SLANG REM ANYAMAN BAJA

Terus... Peran slang rem anyaman baja seperti yang digunakan di dunia balap, apa dong?

Tugas utama slang rem, tentu menyalurkan minyak rem dari master ke kaliper rem.

Nah, material anyaman baja yang hadir di sisi luar slang rem, bertugas agar membatasi kerja karet tidak elastis berlebihan.

Kebayang dong sob, saat suhu minyak rem meningkat, otomatis bikin karet jadi lentur. Konstruksi anyaman baja inilah yang menjaga agar slang rem tidak terlampau lentur, sehingga tekanan dari master rem ke kaliper tetap optimal meski suhu kerja

meningkat.

KESIMPULANNYA

Pertama, sebelum mengganti slang rem aftermarket dengan konstruksi anyaman baja, tak ada salahnya untuk mengganti minyak rem dengan titik didih yang lebih tinggi terlebih dahulu.

Kedua, mengganti slang rem dengan konstruksi anyaman baja, akan membuat karakter rem menjadi responsif. Lantaran elastisitas karet menjadi sangat terbatas sehingga saat sedikit tuas rem ditekan, piston di kaliper akan lebih cepat

meresponnya.

Ketiga, slang rem standar tetap memiliki unsur safety lantaran tetap ada konstruksi anyaman yang ada di dalam karetnya. Sangat jarang ditemui karet slang rem pecah dalam penggunaan sehari-hari, kecuali ada pemicunya, seperti sobek atau usia

pakai karet yang mulai getas.

Teks dan Foto: Tim AI